Novel Dari Jendela SMP

novel dari jendela smp

Novel Dari Jendela SMP adalah salah satu novel yang saya baca pada masa SMP, usia empat belas atau lima belas tahun. Novel karya Mira W. ini memiliki makna dan pembelajaran yang sangat penting bagi anak pra-remaja yang akan menghadapi masa remajanya.

Mungkin awalnya cukup mengagetkan dengan cerita novelnya, tapi dari novel ini saya mendapatkan sex education. Saya dapat mengetahui tentang menstruasi, ovulasi, dan kehamilan di usia muda.

Joko adalah anak dari seorang perempuan yang bekerja sebagai pembantu di sebuah SMP swasta. Ia tidak mengenal ayahnya, yang menurut ibunya, sudah meninggal dunia. Untuk bisa bersekolah di SMP dan tidak membayar uang sekolah, Joko harus membantu ibunya, membersihkan kelas setiap pagi.

Keberadaannya sebagai anak tanpa ayah dan punya ibu pembantu membuatnya sering menjadi sasaran olok-olok teman-teman sekelasnya. JAB adalah nama panggilannya, singkatan dari Joko Anak Babu.

Setelah episode rendah diri karena statusnya, Joko bisa menerima dengan tabah panggilan itu. Dan ia membuktikan bisa melampaui teman-teman sekolahnya dalam prestasi belajar.

Tidak seperti Indro, anak Pak Prapto, kepala sekolah sekaligus pemilik SMP itu, yang bodoh. Sampai sebelum terjadi adu jotos dengan Gino yang usil, hidup Joko hanya diisi oleh dirinya sendiri dan ibunya.

Wulan, teman sekelas Joko, cantik, rajin, dan pintar. Sebagai ketua kelas, ia mencoba melerai perkelahian Gino dan Joko. Tapi justru menjadi sasaran nyasar tinju Gino. Saat itulah Joko mulai menyadari kehadiran Wulan, dan mulai merasa bahwa hidupnya tidak cukup hanya diisi dirinya sendiri dan ibunya.

Maka, tanpa disadarinya, ia mulai melakukan pendekatan pada Wulan. Sebagai langkah awal adalah mengunjungi Wulan yang tidak masuk sekolah karena bibirnya membengkak akibat kena tinju Gino.

Malu menjenguk Wulan dengan tangan hampa, Joko mencuri mangga arumanis milik tetangga yang sedang ranum. Perbuatannya ketahuan, apalagi dalam pencurian, Joko melibatkan si Pandir Indro. Tahu telah memakan mangga curian, ayah Wulan pun melarang Joko untuk muncul lagi di rumahnya.

Meskipun dilarang mengunjungi rumah Wulan, Joko tidak tinggal diam. Bagaimanapun, mereka harus tetap mendapat kesempatan untuk berduaan. Selain bersurat-suratan, Joko pun mengajak Wulan bertemu di halaman sekolah setelah sekolah bubar.-Novel Dari Jendela SMP

Download
Cart
  • No products in the cart.