Waktu Yang Utama Untuk Mengeluarkan Zakat Fitrah

Waktu Yang Utama Untuk Mengeluarkan Zakat Fitrah

Setiap umat muslim diwajibkan untuk mengeluarkan zakat fitrah sebelum Hari Raya Idul Fitri tiba. Lantas, kapan waktu utama untuk mengeluarkan zakat fitrah?

Zakat fitrah sendiri merupakan zakat yang ditunaikan saat mendekati waktu Idul Fitri. Sehingga biasanya akan dilakukan pada akhir bulan Ramadhan.

Penting untuk dipahami, zakat berbeda dengan sedekah. Amalan ini memiliki ketentuan waktu dan nominal atau nilai yang harus dizakatkan. Ada dua jenis zakat dalam ajaran Islam, yaitu zakat mal yang merupakan zakat harta dan zakat fitrah yang merupakan kewajiban setiap muslim saat Ramadhan tiba.

Waktu Yang Utama Untuk Mengeluarkan Zakat Fitrah

Waktu yang utama untuk mengeluarkan zakat fitrah adalah mendekati perayaan Idul Fitri 1442 H. Secara umum, ada dua waktu pembayaran zakat fitrah yang perlu diketahui, yaitu:

Waktu utama (afdhol) yaitu mulai terbit fajar di hari Idul Fitri hingga dekat waktu pelaksanaan sholat Idul Fitri. Waktu tersebut merujuk pada riwayat yang terdapat di dalam Shahih al-Bukhari dari hadist Abu Said al-Khudri ra “pada zaman Nabi SAW kami mengeluarkan makanan (sebagai zakat fitrah) pada Hari Fitri”.

Waktu yang diperbolehkan yaitu satu atau dua hari sebelum sholat Idul Fitri, sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Ibnu Umar.

Nilai Zakat Fitrah

Nilai dari zakat fitrah adalah 2,5 kg atau 3,5 liter makanan pokok untuk setiap jiwa. Adapun yang dimaksud makanan pokok itu bisa berupa kurma, gandum, ataupun beras.

Karena mayoritas penduduk Indonesia mengonsumsi beras sebagai makanan pokok, maka besaran Zakat Fitrah di Indonesia adalah 2,5 kg atau 3,5 liter beras atau uang yang setara untuk harga beras ukuran tersebut.

Baca Juga  Biaya Haji Furoda 2022,Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Perhitungan Zakat Fitrah

Beberapa amil zakat di Indonesia biasanya akan memberikan tawaran untuk membayar zakat fitrah dengan uang. Hal ini tentu saja boleh dilakukan, tapi dengan syarat uang yang dikeluarkan adalah setara dengan 2,5 kg beras.

Contohnya, Anda biasa mengonsumsi beras yang harganya Rp 16.000 per kilo. Jadi, Anda wajib membayar zakat fitrah sebesar Rp 40.000 yang setara dengan harga 2,5 kg beras.

Jadi dapat disimpulkan, waktu yang utama untuk mengeluarkan zakat fitrah adalah sebelum melaksanakan sholat Idul Fitri dengan nilai 2,5 kg beras atau setara uang Rp 40.000. Sekarang kalian sudah paham?

Istilah Dalam Zakat Fitrah

Zakat fitrah menjadi kewajiban selain menjalankan puasa di bulan Ramadhan. Zakat fitrah wajib ditunaikan bagi umat Islam yang telah memenuhi syarat. Terdapat istilah-istilah dalam zakat fitrah yang penting untuk dipahami oleh setiap muslim. Apa saja?

Dengan memahami istilah-istilah dalam zakat fitrah, akan semakin mudah dalam membayar zakat fitrah.

  1. Fitrah

Fitrah berasal dari bahasa Arab yang artinya membuka. Makna asal kejadian fitrah adalah, keadaan suci dan kembali ke asal. Merujuk arti tersebut, zakat fitrah ditunaikan untuk mensucikan diri di bulan Ramadhan.

  1. Kadar Zakat

Kadar zakat merupakan ketentuan sejumlah harta yang wajib dikeluarkan umat Muslim untuk diberikan kepada yang berhak menerima. Kadar zakat yang ditentukan adalah makanan pokok, seperti beras seberat 2,5 kg.

Kualitas makanan pokok harus sesuai dengan yang kita konsumsi sehari-hari. Kadar zakat berupa makanan pokok tersebut juga dapat diganti dalam bentuk uang.

  1. Satu Sha’

Istilah dalam Zakat fitrah ini menunjukkan ukuran zakat yang dibayarkan. Berdasarkan penafsiran hadits, besar zakat satu sha’ sama dengan 4 mud. Satu mud setara dengan 675 gr. Jadi, satu sha’ sekitar 2,7 kg makanan pokok yang biasa dikonsumsi di daerah bersangkutan (Mazhab Syafi’i dan Maliki).

  1. Muzaki
    Muzaki merupakan orang muslim yang berkewajiban membayar zakat. Adapun golongan Muzaki adalah: Muslim yang masih hidup setelah terbenamnya matahari di akhir Ramadhan. Namun bagi bayi yang lahir setelah terbenamnya matahari tidak berkewajiban zakat.
    Memiliki kesanggupan dan kemudahan, juga memiliki persediaan makanan lebih untuk hari raya.
    Zakat untuk diri sendiri dan orang yang ditanggungnya, meliputi istri, anak, dan saudara yang muslim.
  2. Mustahik
Baca Juga  Zakat Mal Adalah,Ini Pengertian dan Cara Menghitung

Istilah ini adalah untuk penerima zakat fitrah yang telah tercantum dalam QS. At Taubah ayat 60. Terdapat 8 golongan Mustahik, diantaranya adalah:

Fakir atau Al fuqara’, adalah mereka yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidup. Orang fakir digambarkan tidak memiliki harta dan tenaga untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan keluarganya.
Al Masakin atau orang miskin, mereka yang memiliki harta namun kebutuhan dasarnya tidak tercukupi. Lain dengan orang fakir, orang miskin tidak melarat, ia memiliki penghasilan dan pekerjaan, namun dalam keadaan kekurangan menutupi kebutuhan.

Amil atau Al’amilin, mereka yang mengumpulkan dan mendistribusikan zakat. Syarat amil adalah muslim, akil baligh, merdeka, adil (bijaksana), laki-laki, paham hukum agama, mendengar, dan melihat. Tugas Amil ini harus diberi ganjaran kepadanya, yaitu diberikan zakat.

Mualaf, mereka yang baru masuk Islam dan memerlukan bantuan untuk menguatkan tauhid dan syariah.

Riqab atau hamba sahaya merupakan budak yang ingin memerdekakan dirinya. Hal ini juga meliputi pembebasan orang muslim yang ditawan orang non-muslim, atau menebus orang muslim dari penjara karena tak ammpu membayar diat.

Gharimin merupakan mereka yang berhutang untuk kebutuhan hidup dalam rangka mempertahankan jiwa dan kemuliaannya. Adapun orang yang berhutang untuk maslahat umat Islam, maka utangnya dibayar dengan zakat, walau ia mampu membayar.

Fisabilillah yaitu mereka yang berjuang di dalam jalan Allah dalam rangka dakwah, tanpa imbalan demi membela Islam.

Ibnu Sabil yakni musafir atau mereka yang kehabisan bekal saat perjalanan dalam ketaatan pada Allah dan bukan untuk tujuan maksiat.

Itulah beberapa istilah-istilah dalam zakat fitrah yang harus dipahami oleh setiap muslim. Semoga bermanfaat.

Cart
  • No products in the cart.