5 Startup EduTech Paling Favorit Di Indonesia Ternyata Bukan RuangGuru

startup edutech favorit di indonesia – Bagi mereka yang tinggal serumah dengan guru atau siswa sekolah negeri, fakta yang diangkat artikel premium hari ini tidak mengagetkan. Ibu saya adalah guru yang telah memasuki masa pensiun, tetapi masih diminta membantu untuk sesekali mengajar. Selama penerapan belajar jarak jauh, anak-anaknya harus selalu siap menjadi teknisi komputer kagetan untuk sang guru atau murid-muridnya.

Selama kurang lebih 1,5 tahun, tidak pernah ada pertanyaan soal Ruangguru atau Zenius. Google lagi, Google lagi.

startup edutech

Ruangguru dan Zenius kerap menghiasi tajuk utama media massa terkait pembahasan industri edtech dalam negeri. Meski keduanya mengklaim mengalami lonjakan pendapatan selama pandemi, jumlah pengguna aktif bulanannya masih lebih sedikit dibanding Google Classroom, Brainly, atau Qanda.

  • Google Classroom kerap dimanfaatkan kalangan guru di Indonesia untuk menyelenggarakan sekolah daring. Sedangkan Brainly dan Qanda masing-masing digunakan oleh para siswa untuk mengerjakan tugas dan pembelajaran di luar sekolah.
  • Angka belanja pengguna aplikasi edtech Indonesia diperkirakan mencapai US$1,9 juta (Rp27 miliar) antara Juni-Agustus 2021, naik sekitar 20 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.
  • Meski bukan menempati posisi teratas, baik Ruangguru ataupun Zenius memiliki perannya masing-masing dalam melayani kebutuhan belajar siswa Indonesia. Contohnya dengan menyediakan materi persiapan ujian masuk perguruan tinggi, atau les daring.
  • Namun tak semua pihak yakin bahwa kesuksesan perusahaan edtech bakal terus berlanjut seusai pandemi. Dengan ketimpangan infrastruktur telekomunikasi dan akses terhadap kelas daring, masa depan aktivitas belajar mengajar di dalam negeri bakal kembali ke ranah luring.
  • Perusahaan edtech perlu menyediakan produk yang bisa memadukan pendekatan belajar luring dan daring. Perluasan akses ke luar kota-kota besar juga akan jadi tantangan yang perlu dipecahkan oleh perusahaan-perusahaan edtech untuk terus menggaet pengguna.
Baca Juga  11 Cara Menghitung Valuasi Startup Di Tahap Awal

Para siswa bukanlah satu-satunya target pasar yang bisa disasar oleh perusahaan edtech. Membantu pihak sekolah dalam mengelola aktivitas operasional dan belajar mengajar juga menyimpan potensi tinggi dalam meraup penghasilan.

  • Perusahaan investasi asal Jerman, DEG, menyuntikkan modal segar sebesar €25 juta (sekitar Rp406 miliar) kepada EVG Fund II L.P, dana kelolaan East Ventures yang difokuskan untuk berinvestasi di startup tahap pertumbuhan.
  • Gox, platform live streaming gim asal Indonesia mengumumkan kerja samanya dengan Tencent Cloud untuk mengembangkan ekosistem esport di Asia, khususnya Indonesia. Kolaborasi tersebut akan berjalan selama 4 tahun ke depan, sebagaimana tertuang dalam nota kesepahaman yang telah ditandatangani.
  • Carsome, memperoleh US$290 juta (sekitar Rp4,15 triliun) dalam putaran pendanaan yang dipimpin oleh dua investor terafiliasi Temasek—65 Equity Partners dan Seatown Holdings—bersama Otoritas Investasi Qatar (QIA). Modal yang diperoleh akan dipergunakan untuk merekrut talenta baru, mengembangkan teknologi, meningkatkan kapabilitas pengelolaan data, dan memperluas jangkauan layanan Carsome Certified.
  • Pemerintah Korea Selatan dikabarkan melobi marketplace aplikasi Android dan iOS untuk melarang peredaran gim mobile yang mengusung skema play-to-earn berhadiah yang disokong oleh aset digital NFT dan transaksi mata uang kripto. Langkah ini dilakukan untuk membatasi akses anak ke gim berbasis blockchain yang belum memiliki rating dan regulasi jelas hingga berpotensi menyasar aktivitas perjudian di bawah umur.
  • Platform live streaming berbasis audio, Clubhouse, merilis fitur web listening yang memungkinkan pengguna untuk mendengarkan percapakan di Clubhouse lewat smartphone, desktop, atau laptop tanpa perlu mendaftar atau mengunduh aplikasi Clubhouse.
  • Platform edutech Cakap menargetkan dapat mencetak 2.500 pengajar pada 2022. Target itu diharapkan bakal tercapai melalui penerapan program Cakap Teacher Academy, yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas guru dan pengajar.
(Visited 2 times, 1 visits today)
Cart
  • No products in the cart.