kembali Blog Manfaat Daun Bidara Arab

5 Manfaat Daun Bidara Arab Dalam ISLAM

khasiat daun bidara arab
Manfaat Bidara ArabTanaman atau pohon Bidara adalah sejenis pohon kecil penghasil buah yang tumbuh di daerah kering. Walaupun sudah banyak orang yang tahu akan manfaat pohon ini, namun pohon bidara kini tengah menjadi idola karena berbagai manfaat yang dimilikinya.
Pohon bidara juga dikenal dengan berbagai nama daerah seperti widara, dara, bukol, ko, kok, dan berbagai nama lainnya. Di negara lain, pohon ini juga banyak sebutan seperti jujub, epal siam, manzanitas, zee-pen, dan berbagai nama lainnya.

Sejarah Pohon Bidara

Pohon bidara diperkirakan memiliki asal usul dari Asia Tengah, dan menyebar alami di wilayah yang luas baik itu Afrika, hingga Asia Tenggara dan Australia. Namun yang mengembangkannya secara komersial sejauh ini adalah India, China, dan sedikit di Thailand. Berikut beberapa pengenalan tentang karakteristik pohon Bidara yang harus kamu tahu dengan beberapa manfaatnya.


CIRI CIRI POHON BIDARA ARAB ASLI

Bagi kamu yang belum mengenalnya, pohon Bidara merupakan jenis tanaman perdu atau pohon kecil, biasanya bengkok, dan tingginya bisa mencapai 15m, sementara besar batangnya mencapai 40 cm.
Pohon ini memiliki daun yang lebat dan berwarna hijau. Daunnya berbentuk pasangan dimorfis, yang mana yang kedua melengkung dan lebih pendek, terkadang tanpa duri. Daunnya juga tidak berseling. Helai daunnya berbentuk bundar telur menjorong atau jorong lonjong.


MANFAAT DAUN BIDARA ARAB

Di beberapa tempat, buah ini juga dikeringkan untuk dijadikan manisan. Buah yang muda dimakan dengan garam atau dirujak. Buah bidara merupakan sumber karoten, vitamin A dan C, dan lemak.
Daun muda pada pohon Bidara dapat dijadikan sayuran. Sedangkan daun yang tua bisa dijadikan untuk pakan ternak. Rebusan daunnya juga bisa diminum sebagai jamu. Daun-daun ini membusa seperti sabun apabila diremas dengan air, dan digunakan untuk memandikan orang yang sakit demam.
Berikut beberapa ">khasiat bidara arab berikut ini :
Menghilangkan Jerawat
Daun bidara dipercaya bisa membersihkan dan juga menjaga kesehatan kulit. Biasanya banyak remaja yang memiliki masalah kulit, yakni muncul jerawat yang tentunya sangat mengganggu penampilan.


Cara Memakai Daun Bidara untuk Menghilangkan Jerawat:
1. Ambil beberapa lembar daun bidara dan cuci bersih
2. Kemudian tumbuk sampai halus
3. Tambahkan sedikit air dan campur hingga agak kental
4. Oleskan pada wajah yang berjerawat, sama seperti memakai masker wajah
5. Diamkan selama 20 menit hingga mengering
6. Cuci bersih wajah tanpa sabun
7. Gunakan sebanyak 3 sampai 4 kali seminggu selama 2 bulan
Menyembuhkan Luka
Daun bidara tidak hanya untuk mengusir hal mistis saja, tetapi juga bermanfaat untuk kesehatan tubuh manusia, salah satunya untuk menyembuhkan luka dengan cepat. Biasanya banyak digunakan untuk luka bakar, gores, atau luka lainnya. Proses penyembuhan luka bisa dilakukan dengan cepat dengan menggunakan daun bidara karena terbukti mengandung zat yang mampu menghentikan pendarahan sehingga luka cepat kering.
Cara Memakai Daun Bidara untuk Menyembuhkan Luka:
1. Ambil beberapa lembar daun bidara dan cuci bersih
2. Kemudian tumbuk sampai halus
3. Oleskan di tempat yang luka
Mengusir Gangguan Jin dan Setan
Mungkin kamu pernah mendengar khasiat daun bidara untuk mengusir jin dan setan. Terdengar tidak masuk akal, tetapi faktanya memang seperti itu. Ada beberapa ustadz yang menyarankan menggunakan pohon bidara untuk mengusir gangguan sihir.
Cara Memakai Daun Bidara untuk Mengusir Sihir
1. Ambil beberapa lembar daun bidara
2. Masukkan ke dalam air gelas
3. Bacakan ayat suci Al-Quran seperti ayat kursi atau al fatihah
4. Basuhkan air tersebut ke badan orang yang mengalami gangguan sihir
Perawatan Kecantikan
Di zaman Cina kuno, daun bidara juga digunakan untuk mempercantik wajah, di antaranya menghilangkan bekas jerawat, masalah penuaan dini seperti keriput atau lingkaran hitam pada bagian mata.
Cara Memakai Daun Bidara untuk Perawatan Wajah
1. Ambil beberapa lembar daun bidara dan cuci bersih
2. Tumbuk hingga halus dan campur dengan air hingga kental
3. Gunakan sebagai masker sampai kering
4. Lalu bilas dengan air hangat
5. Pakai secara teratur 3-4x seminggu
Perawatan Kulit Kering
Jika kulit wajahmu kering sehingga tidak percaya diri karena terlihat kusam, kamu bisa menggunakan daun pohon bidara untuk mengatasi kulit kering di wajahmu.

Cara Memakai Daun Bidara untuk Mengusir Sihir

1. Ambil beberapa lembar daun bidara dan cuci bersih
2. Tumbuk dan campur dengan sedikit air
3. Campurkan dengan sedikit perasan lemon atau madu
4. Oleskan seperti masker wajah dan tunggu hingga kering
5. Basuh wajah dengan menggunakan air hangat
Selain daun, buah, biji, kulit kayu, dan akar pohon bidara juga memiliki manfaat sebagai obat, untuk membantu pencernaan dan sebagai tapal obat luka. Kulit kayu pohon Bidara juga dapat digunakan untuk mengatasi gangguan pencernaan, dan obat sakit perut.
Kulit kayu bidara diyakini memiliki khasiat sebagai tonikum, meski tidak terlalu kuat, dan dianjurkan untuk penyakit lambung dan usus. Kulit akarnya, dicampur dengan sedikit pucuk, pulasari, dan bawang putih, diminum untuk mengatasi kencing yang nyeri dan berdarah.


BIDARA MENURUT AL QURAN dan HADITS

Ziziphus spina-christi, adalah pokok malar hijau atau tumbuhan yang berasal dari Afrika Utara, Afrika Tropika dan Asia Barat Selatan. Ianya dipercayai berasal dari Levant, Afrika Timur dan beberapa negara tropika.
Dalam wilayah Levant, seratus tahun yang lalu, ia dipanggil sidr (dikaitkan dengan pokok-pokok dari Al-Quran) dan lazimnya terdapat di Lembah Jordan dan sekitar Baitulmuqaddis. Ziziphus yang tertua terletak di selatan Baitulmuqaddis, di Ein Hatzeva, Israel. Dianggarkan berusia kira-kira 2000 tahun.
Beberapa jenis pokok dipanggil bidara dalam masyarakat kita. Antara jenis pokok yang panggil bidara ialah:
BidaraUpas -Merremia mammosa BidaraLaut- Strychnos lucida BidaraChina -Ziziphus jujuba BidaraEpal/Epal India/Epal Vietnam- Ziziphus mauritiana BidaraKampung/Bidara Duri/Bidara Arab - Ziziphus spina-christi
Bidara sidr yang disebutkan didalam sunnah ialah bidara yang berduri. Ia dikenali dengan nama bidara Duri, bidara Kampung atau bidara Arab. Nama saintifik bidara sidr ialah Ziziphus spina-christi.

DALIL DARI AL-QURAN TENTANG POHON BIDARA

“Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu. Berada di antara pohon bidara yang tidak berduri.” (Al-Waqiah: 27-28)
Secara ringkas, golongan kanan adalah golongan yang akan masuk syurga. Kemudian nantinya di dalam syurga mereka para golongan kanan berada di antara pohon bidara yang tidak berduri. Para ulama tafsir menjelaskan bahawa pohon bidara tersebut adalah pohon bidara yang telah dipotong durinya.
Di dalam ayat 16 surat Saba’ menyimpulkan bahwa pohon bidara yang sedikit jumlahnya (sidrin qolil). Kemudian dalil dalam surat Al-Waqiah ayat 28 menjelaskan tentang pohon bidara yang tak berduri (sidr makhdud).
“Maka mereka berpaling ingkar, lalu Kami hantarkan kepada mereka banjir yang membinasakan, dan Kami gantikan kedua kebun mereka (yang subur) itu dengan dua kebun yang berisi dengan pohon-pohon yang pahit buahnya, dan pohon-pohon yang jarang berbuah, serta sedikit pohon-pohon sidr (bidara).” (Saba’: 16)
Selanjutnya dalil dalam surat An-Najm ayat 13-16 menyebutkan bahwa pohon bidara sebagai perbatasan akhir (sidratul muntaha). Dimana “sidratul muntaha” semasa itu dihuni berbagai macam makhluk ghaib.
“Dan demi sesungguhnya! (Nabi Muhammad) telah melihat (malaikat Jibril, dalam bentuk rupanya yang asal) sekali lagi.”(An-Najm: 13)
“Yang di sisinya terletak Syurga “Jannatul-Makwa.” (An-Najm: 15)
“(Nabi Muhammad melihat jibril dalam bentuk rupanya yang asal pada kali ini ialah) semasa “Sidratul Muntaha” itu diliputi oleh makhluk-makhluk dari alam-alam ghaib, yang tidak terhingga.”(An-Najm: 16)
Ulama’ Ahli Tafsir yaitu Ibnu Kathir pernah membahas tentang tafsir dalam surah Al-Baqoroh ayat 102, di mana ayat ini bercerita tentang fitnah syaiton kepada Nabi Sulaiman. Untuk mengilangkan sihir-sihir tersebut Ibnu Kathir memberi anjuran untuk menumbuk 7 helai daun bidara; lalu dicampurkan dengan air dan membacakan ayat-ayat Al-Quran.

DALIL DARI HADIS TENTANG DAUN BIDARA

Sebagaimana tumbuh tumbuhan lain yang disebut dalam Al-Quran pastinya bidara mempunyai keistimewaan dan khasiatnya yang tersendiri. Tambahan lagi ia disebut sebagai salah satu daripada pohon di dalam syurga.
Daun bidara digunakan untuk memandikan jenazah. Jenazah dimandikan sebanyak 3 kali dan mandian yang pertama menggunakan air yang diramas dengan daun bidara di dalamnya.
Hadis dari Ibnu Abbas RA tentang orang yang jatuh dari untanya dan meninggal, Nabi SAW bersabda: “Mandikanlah dia dengan air dan daun bidara dan kafanilah dengan dua baju.” (HR Bukhari-Muslim)
Hadis dari Ummu ‘Athiyah tatkala anak Nabi SAW meninggal, beliau bersabda: “Mandikanlah dengan menyiramkan air yang dicampur dengan daun bidara tiga kali, lima kali atau lebih dari itu jika kalian anggap perlu dan jadikanlah yang terakhirnya dengan kapur barus (wewangian).” (HR Bukhari no. 1253 dan Muslim no. 939)
Dari Qois bin ‘Ashim RA, “Sesungguhnya beliau masuk Islam, kemudian Nabi SAW memerintahkannya untuk mandi dengan air dan daun bidara.” (HR An-Nasai no. 188, At Tirmizi no. 605, Ahmad 5/61. Syaikh Al-Albani mengatakan bahawa hadis ini sohih.)
Hadis lain yang menjelaskan tentang penggunaan daun bidara adalah hadis ‘Aisyah bahwasanya Asma` binti Syakal bertanya kepada Nabi SAW tentang mandi haid, maka Nabi SAW menjawab: “Hendaklah salah seorang di antara kalian mengambil air dan daun bidara kemudian bersuci dengan sempurna kemudian menyiram kepalanya dan menyela-nyelanya dengan keras sampai ke dasar rambutnya kemudian menyiram kepalanya dengan air. Kemudian mengambil sepotong kain (atau yang semisalnya) yang telah diberi wangi-wangian kemudian dia bersuci dengannya. Kemudian Asma` bertanya lagi: “Bagaimana saya bersuci dengannya?”. Nabi menjawab : “Subhanallah, bersuci dengannya”. Kata ‘Aisyah: “Seakan-akan Asma` tidak paham dengan yang demikian, maka ikutilah (cucilah) bekas-bekas darah (kemaluan).” (HR Muslim)