3 Rahasia Investor Menghitung Valuasi Startup Tahap Awal

Sepanjang karier saya sebagai coder, founder, investor, dan penasihat dalam beberapa perusahaan yang sukses, saya telah belajar bagaimana menghitung valuasi perusahaan serta peranan penting valuasi tahap awal dalam kesuksesan masa depan sebuah startup.

Baru-baru ini, saya berbicara dengan para founder dari beberapa perusahaan tahap awal di Asia Tenggara tentang valuasi startup. Saya berbagi beberapa rahasia yang perlu diketahui para founder ketika berupaya mendekati perusahaan modal ventura.

Dari perspektif saya pribadi, para founder perlu memahami tiga elemen penting mengenai bagaimana perusahaan modal ventura seperti Monk’s Hill Ventures (MHV) memperkirakan nilai valuasi suatu perusahaan:

  • Jika kamu sedang membangun startup di tahap awal, ketahuilah bahwa perusahaan modal ventura umumnya cenderung memandang valuasi sebagai seni daripada ilmu pasti. Valuasi hanyalah salah satu faktor–bahkan bukan yang paling penting–ketika membuat keputusan untuk berinvestasi.
  • Untuk memahami seperti apa valuasi yang masuk akal, kerjakan semua pekerjaan rumah yang perlu kamu lakukan. Ketahui total addressable market (pangsa pasar potensial) kamu, serta mekanisme pengukuran valuasi perusahaan serupa dengan bisnismu yang ada di segmen, lokasi, dan skala bisnis sama. Memahami semua ini penting, karena kemungkinan besar perusahaan modal ventura juga tahu informasi ini.
  • Negosiasi terhadap valuasi perusahaan merupakan sebuah ujian ketahanan, kecerdasan bisnis, dan keterampilan tawar-menawar kamu sebagai founder. Di MHV, kami ingin mendukung para pengusaha dan potensi mereka memecahkan suatu masalah kompleks. Makin rumit masalahnya, makin baik.

Rahasia #1: Valuasi startup tahap awal cenderung masalah seni ketimbang ilmu pasti

Bayangkan sebuah perusahaan modal ventura benar-benar menjalankan semua ilmu yang biasanya diajarkan sekolah bisnis tentang penilaian sebuah usaha: arus kas, perhitungan valuasi, dan sebagainya. Jika kita mengimplementasikan semua itu secara kaku untuk mengukur sebuah startup tahap awal, kita mungkin akan menyimpulkan bahwa perusahaan tersebut tidak punya nilai sama sekali.

Baca Juga  Mengapa Startup Edutech Populer Indonesia Belum Jadi Pilihan Utama Siswa ?

Itu karena startup tahap awal sering kali tidak punya arus kas positif atau bahkan pendapatan. Setiap perkiraan yang muncul dalam dokumen tahap awal didasarkan pada harapan semata.

Bagi sebuah startup tahap awal, harapan adalah sumber kekuatan. Namun kunci dari penggalangan dana yang sukses cenderung terletak pada bagaimana menerapkan prinsip-prinsip utama (first-principles approach) untuk menilai potensi masa depanperusahaan.

Ambil contoh Rainforest, sebuah startup Singapura. Perusahaan itu mengumpulkan US$36 juta (Rp522 miliar) dengan hanya berbekalkan tiga orang pendiri dan sebuah ide. Kamu mungkin akan meragukan apakah itu semua itu cukup untuk meraih valuasi US$12 miliar (Rp174 triliun).

Bagaimana sebuah perusahaan yang saat ini belum beroperasi bisa dinilai sedemikian besar? Ini bukan soal perkiraan pendapatan yang bisa diraup di masa depan (karena belum ada dasar perhitungannya), melainkan karena potensi dalam bisnis dan para pendirinya.

Untuk startup Seri A, khususnya yang ada di Asia Tenggara, di mana pengetahuan tentang regional ini memainkan peran penting, “tidak ada ilmu pasti” di balik sebuah valuasi. Sebaliknya, kami mencoba mengevaluasi para founder perusahaan dan potensi hasil investasi.

Cara berpikir kami dan banyak perusahaan modal ventura lain adalah sebagai berikut: jika kami menanamkan modal di perusahaan kamu dan mendapatkan imbal balik investasi 50-100 kali lipat dalam 6-7 tahun, apakah valuasi benar-benar suatu hal yang penting?

Jadi, para founder, catatlah baik-baik: Valuasi perusahaan yang kamu inginkan mungkin tidak begitu penting. Yang lebih penting adalah apakah kamu bisa menyepakati, bersama investor, valuasi pada kisaran yang wajar berdasarkan prinsip-prinsip fundamental.

Investor bisnis tahap awal memahami bahwa valuasi terkadang kurang begitu penting daripada potensi kenaikan imbal balik investasi di masa mendatang dan karakter para pendiri–yang tugas mereka adalah mengembangkan bisnis itu sendiri.

Rahasia #2: Hindari pertanyaan tentang valuasi, dan ketahui berapa banyak dana yang harus dikumpulkan

Salah satu tantangan nyata yang dihadapi para founder startup Seri A adalah menentukan valuasi yang masuk akal untuk bisnis mereka, sebelum bernegosiasi dengan perusahaan modal ventura. Tim saya mencari skenario penilaian “win-win“, di mana kami setuju dengan para pendiri mengenai valuasi yang mencerminkan prinsip-prinsip fundamental.

Baca Juga  Ruang Guru Profit, Peluang Guru dan Kreator Berpotensi Berpenghasilan Ratusan Miliar

Para founder sebaiknya jangan dulu menetapkan valuasi perusahaan di muka. Sebagai founder, kamu hanya perlu fokus pada bisnis . Namun kamu juga jangan mengajukan valuasi sendiri, karena kamu bukan pihak yang berpengalaman. Sebagai perusahaan modal ventura, saya telah melihat sekitar 50 atau lebih kesepakatan di wilayahmu, serta mengetahui nilai valuasi di berbagai lini.

Ada cara yang lebih baik untuk menjawab pertanyaan tentang valuasi perusahaan kamu: jangan merujuk diri kamu sendiri.

Misalnya, kamu bisa berkata, “Saya telah melihat perusahaan lain mendapatkan pendanaan pada level ini dengan pendapatan sebesar X dan mendapat valuasi dalam kisaran Y.” Kamu sebaiknya memberi 2-3 contoh.

Begitulah cara kamu menjawab pertanyaan tersebut. Ini menunjukkan bahwa kamu cukup cerdas untuk tidak mengajukan angka yang tidak kamu yakini , serta menunjukkan bahwa kamu setuju dengan apa yang terjadi di pasar.

Selain itu, para founder perlu paham bahwa prinsip win-win berarti kedua belah pihak telah mempelajari valuasi perusahaan. Ini berarti kamu mesti melakukan pekerjaan rumah dan mengetahui bagaimana perusahaan serupa di sektor, wilayah, dan tahap pertumbuhan kamu dihitung nilai valuasinya.

Intinya, valuasi perusahaan kamu berada di suatu kisaran di mana kamu dan investor menyetujuinya. Meski mungkin ada opsi yang lebih baik bagi masing-masing pihak.

Rahasia #3: Negosiasi nilai valuasi adalah cara perusahaan modal ventura menguji founder startup

Selain menggunakan valuasi sebagai alat untuk menilai peluang investasi potensial dan imbal balik investasi di masa depan, kami menggunakannya untuk mengenal kamu sebagai pengusaha dan bagaimana tanggapanmu selama proses negosiasi.

Ketika perusahaan modal ventura memberi informasi kepada para pendiri mengenai rentang valuasi perusahaannya, mereka harus menganggapnya sebagai sebuah ujian; perusahaan modal ventura mungkin ingin melihat bagaimana kamu menyikapi dan menanggapi informasi tersebut. Jika kami menetapkan valuasi pada kisaran tertentu, kami juga ingin melihat bagaimana tanggapanmu.

Baca Juga  11 Cara Menghitung Valuasi Startup Di Tahap Awal

Selain itu, kami selalu ingin mengetahui tanggapan founder terhadap pertanyaan penting tentang bagaimana ia berniat membangun bisnisnya. Dari sudut pandang kami, itulah percakapan nyata yang perlu dilakukan. Peluang founder menerima pendanaan akan jadi lebih kecil bila kurang mempersiapkan hal itu.

Terakhir, mengenai apa yang ingin kami lihat sebagai investor, ini pesan terakhir saya: Saya ingin berinvestasi di sebuah perusahaan yang membangun sesuatu yang nyata. Kamu tidak membangun sesuatu yang nyata dengan menebak-nebak.

Pada akhirnya, valuasi yang “100 persen pas” untuk startup tahap awal mungkin tidak ada, setidaknya bukan sebagai angka pasti yang bisa kamu gonta-ganti dengan mudah. Sebaliknya, angka tersebut merupakan kesepakatan antara founder dan calon investor sebagai nilai atau rentang yang masuk akal, berdasarkan prinsip-prinsip fundamental.

Ketika kamu ingin menentukan valuasi yang masuk akal, perhatikan saran, strategi, dan rentang yang diberikan investor berpengalaman kepadamu. Ini dapat menentukan berhasil tidaknya bisnis kamu ke depannya.

(Visited 7 times, 1 visits today)
Cart
  • No products in the cart.