Artikel / CHAIRMAN

Kisah Achmad Zaki Membangun Bukalapak.com Dari Bawah

Blog Artikel dan Info

Kisah Achmad Zaki Membangun Bukalapak.com Dari Bawah

Siapa Sih yang tidak kenal dengan Bukalapak? Bukalapak.com adalah e-commerce online marketplace yang bertujuan memberdayakan usaha kecil dan menengah (UKM) Indonesia dengan menjual produk-produk UKM secara online. Bukalapak.com memiliki visi untuk mengubah hidup banyak orang dengan memajukan UMKM lewat internet. BukaLapak pada awalnya dikenal kuat di niche sepeda. Sejak didirikan awal 2010 dengan sumber daya sangat terbatas, kini Bukalapak telah menjadi e-commerce besar yang paling berkembang di Asia Tenggara, dengan pertumbuhan penjualan 20 persen perbulan. dalam kurun waktu kurang dari 2 tahun, Bukalapak.com telah menjadi ecommerce yang sangat diperhitungkan, Dan kini Bukalapak telah berhasil menjadi marketplace yang mampu mengumpulkan kelompok penjual di Indonesia dan menjadi online marketplace terbesar di Indonesia (menurut ComScore). Dengan jumlah 150 ribu lebih Pelapak (UKM) yang telah bergabung, memiliki 25,000 seller dan 60,000 user.

Lalu siapa orang dibalik kesuksesan Bukalapak.com saat ini? ialah Achmad Zaky, CEO sekaligus Pendiri Bukalapak.com. Achmad Zaky lahir tahun 1986 di Sragen, Jawa Tengah. Ia merupakan lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Teknik Informatika, angkatan 2008. Saat ini Achmad Zaky berprofesi sebagai pimpinan Bukalapak.com.Ahmad Zaky mulai menyukai dunia komputer sejak usianya masih 11 tahun. Saat itu pamannya membelikannya buku-buku tentang komputer. Sejak saat itu Zaky pun menjadi hobi utak-atik komputer

Ketertarikannya dengan dunia informatika, ternyata berlanjut hingga pendidikan bangku SMA. Kecerdasannya sudah terlihat ketika SMA, ia pernah ditunjuk mewakili sekolahnya SMA Negeri 1 Solo untuk mengikuti ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) di bidang komputer. Pada saat itu, Achmad Zaky pun menang sampai tingkat nasional.

Setelah lulus SMA, Achmad Zaky diterima di salah satu universitas terbaik di negeri ini. Ya, Achmad Zaky kuliah di ITB mengambil jurusan Teknik Informatika. Di saat kuliah pun kecerdasannya sangat terlihat. Di satu semester ia pernah mencapai IPK tertinggi yaitu 4,00. Sebuah nilai yang sangat sempurna. Achmad Zaky pun sering menjadi pemenang di kejuaraan sains tingkat nasional. Contohnya saat ia menyabet Juara 2 di kompetisi Indosat Wireless Innovation Contest di tahun 2007. Di kompetisi tersebut, Achmad Zaky membuat MobiSurveyor yaitu sebuah software yang berfungsi untuk melakukan fast counting pada sebuah survey. Selain itu ia juga pernah memenangi ajang INAICTA (Indonesia ICT Awards) pada tahun 2008. Prestasinya yang gemilang di bidang pendidikan, mengantarkan Achmad Zaky meraih beasiswa studi ke Oregon State University dari pemerintah Amerika Serikat. Pendidikan tersebut dilangsungkan selama dua bulan pada tahun 2008

Sebenarnya sebelum masuk ITB, tujuannya kuliah hanya berkeinginan memperoleh pekerjaan bagus dengan gaji besar. Namun seiring berjalannya waktu setelah kuliah ia mengalami perubahan cara berfikir. Dimana di ITB itu sangat entreprenerial, karena lulusannya yang menjadi pengusaha bisa menjadi role model, seperti Aburizal Bakrie dan Arifin Panigoro yang sukses menjadi pengusaha sukses di tanah air. Oleh karena itu setelah lulus di ITB pilihannya hanya ada dua, yaitu kerja di perusahaan besar seperti Mckinsey dan BCG atau membangun perusahaan sendiri.

Akhirnya sejak kuliah ia sudah berkecimpung di dunia StartUp dengan mendirikan Suitmedia, yakni perusahaan jasa konsultan website perusahaan, dan hingga kini usaha ini masih tetap dijalani. Pada 2010, melihat perkembangan Suitmedia tumbuh sangat pesat. Setahun kemudian ia mendirikan Bukalapak. Sejak itulah ia memutuskan untuk fokus membangun Bukalapak menjadi online marketplace terpercaya yang banyak dikenal masyarakat Indonesia.

Saat itu, sempat terpikir oleh Zaky untuk membangun sesuatu yang lebih bermanfaat untuk banyak orang. Ia berpikir untuk mendirikan situs yang bisa memfasilitasi penjual dan pembeli. Kebetulan pada saat itu, situs serupa di Indonesia masih sedikit atau bahkan belum ada. Ia pun mendirikan Bukalapak di tahun 2010.

Berawal dari garasi, Achmad Zaky bersama Nugroho (juga pendiri Bukalapak) yang memiliki pengalaman membuat dan me-marketingkan website di Suitmedia, sadar bahwa para seller dan buyer menginginkan sebuah situs online marketplace yang bisa mempertemukan antara penjual dan pembeli secara aman (tanpa penipuan). Mereka pun akhirnya membuat sebuah situs online marketplace bernamakan Bukalapak.com.

Diawal hanya 3 orang yang terlibat di Bukalapak, 1 orang sebagai staf, 1 orang bantu-bantu, dan 1 orang lagi yaitu Achmad Zaky sendiri yang secara masif mengajak orang-orang bergabung di Bukalapak. Ia mengundang orang-orang bergabung saat di sela-sela pekerjaan di Suitmedia.

Saat awal Bukalapak didirikan, tak mudah untuk mengajak orang-orang untuk berjualan di Bukalapak. Padahal untuk berualan di Bukalapak tidak dipungut bayaran alias gratis. Kebanyakan pengusaha yang bisnisnya sudah berjalan tidak mau dibuat ribet. Mereka merasa dengan berjualan secara offline sudah cukup. Zaky pun sampai turun langsung untuk mengajak orang-orang yang berjualan di mall untuk juga berjualan di Bukalapak. Selai itu melalui fitur message di Facebook ia hanya bisa mengajak 100 orang perhari untuk mengajak orang berjualan di Bukalapak. Tantangan terberatnya dalam mengajak seller bergabung yaitu masalah kepercayaan terhadap e-commerce, karena kebanyakan orang takut tertipu.

Walaupun begitu, Achmad Zaky tak mudah putus asa. Ia terus meyakinkan para pengusaha , terutama UKM untuk mulai berjualan melalui internet lewat Bukalapak dengan fokus menyelesaikan masalah kepercayaan dengan cara mengedukasi seller. Kala itu Bukalapak sering membuat kisah sukses seller dan menyebarkannya ke Twitter guna mengedukasi seller lain agar menjadi seller terpercaya. Setelah beberapa lama akhirnya mereka pun mau mencoba menggunakan Bukalapak. Terutama mereka yang penghasilan dari usaha offline tidak begitu besar. Mereka berharap dengan berjualan secara online di Bukalapak akan menambah penghasilan mereka

Ia bermimpi untuk menjadikan Bukalapak sebagai sarana online marketplace yang aman dan menjanjikan di masa depan. Bukalapak hadir mewadahi sektor usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia untuk tumbuh berkembang melalui internet. Ia yakin bahwa peluang e-commerce sangat terbuka lebar. Setiap orang dapat bergabung serta menjadi penjual dan pembeli secara gratis. Baginya berjualan di toko fisik membutuhkan investasi besar, seperti biaya sewa toko. Nah, pengeluaran semacam itu dapat dipangkas apabila berjualan melalui internet.

Achmad Zaky dan tim Bukalapak pun gencar untuk mendekati komunitas-komunitas untuk menggunakan BUkalapak. Salah satu komunitas yang awalnya menggunakan Bukalapak adalah komunitas sepeda. Semakin lama jumlah pengguna yang berjualan di Bukalapak semakin banyak. Pengunjung web pun semakin banyak pula. Para pedagang yang awalnya ragu berjualan di Bukalapak mulai mendapati penghasilan mereka meningkat.

Kemudian setelah didirikan, Bukalapak mengalami kemajuan pesat dalam kurun waktu 3 tahun sejak didirikan pada 2011, Bukalapak.com telah memiliki 150.000 penjual. Produk yang dijual pun sangat beragam, mulai dari elektronik, makanan hingga produk fashion.

Bukalapak.com pada awalnya lahir dari kantong pribadi para pendirinya. Seiring dengan pertumbuhan yang sangat pesat, Semakin lama jumlah transaksi di Bukalapak semakin meningkat seiring semakin banyaknya orang yang berjualan di Bukalapak. Saat itu dalam sehari transaksi mencapai 5 milyar rupiah. Tentunya Achmad Zaky dan kawan-kawannya yang mendirikan Bukalapak merasa senang bisa membantu banyak pelaku UKM. Walaupun saat itu mereka belum meraih keuntungan. Bahkan harus mengeluarkan biaya sendiri untuk menjalankan Bukalapak. Penghasilan dari usaha konsultan web dan IT pun digunakan untuk menjalankan Bukalapak.

Tapi seiring banyaknya jumlah transaksi di Bukalapak, mulailah ada investor yang tertarik untuk menyuntikkan dananya di Bukalapak. Investor-investor tersebut adalah investor asing seperti Softbank dan Sequoia Capital yang biasa menginvestasikan dananya untuk para pelaku start up.

Selain itu, Bukalapak pun mendapat tawaran pendanaan dari 500 Startups, Batavia Incubator, IMJ Investment, dan Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTEK Group). Sebenarnya Achmad Zaky dan rekan-rekan lainnya tidak berusaha untuk mencari dana pada investor-investor tersebut. Tapi investor-investor besar tersebut yang teratarik dengan perkembangan Bukalapak.

Bahkan yang menarik, saat Achmad Zaky ditawari sejumlah pendanaan oleh Softbank, ia sempat menolak karena mengira Softbank berniat untuk membeli atau mengakuisisi Bukalapak. Tapi ternyata Softbank hanya ingin membeli 15% saham Bukalapak sementara Bukalapak.com tetap menjadi tanggung jawab Achmad Zaky.

Dengan masuknya investor-investor tersebut Achmad Zaky lebih bisa mengembangkan lagi Bukalapak menjadi lebih besar lagi dan dikenal luas seperti sekarang. Dari dana tersebut Bukalapak bisa lebih mengenalkan lagi kepada banyak orang untuk menggunakannya. Walaupun Bukalapak tidak terlalu jor-joran dalam membakar uang untuk iklan di televisi. Iklan televisi pun tidak menggunakan Brand ambasador dari artis terkenal. Bahkan dirinya sendiri sempat beberapa kali menjadi bintang iklannya.

Setelah berhasil memperoleh kucuran dana investasi dari EMTEK Group sejumlah ratusan miliar rupiah, kedepan CEO sekaligus Pendiri Bukalapak, Achmad Zaky menargetkan pertumbuhan 8 kali lipat pertahun di berbagai aspek, mulai dari penjualan hingga pengguna.
Bukalapak berkeinginan membangun kepercayaan melalui transaksi proses transaksi online yang terpercaya, serta membangun komunitas pasar daring terkuat di Indonesia.

14/02/2018
3872 orang telah membaca artikel ini.
|Wikipedia |